PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Maret 7, 2014 at 7:12 pm (Uncategorized)


1. Pengertian dan Arti Penting Komunikasi

Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communicatio yang berarti ‘pemberitahuan’ atau ‘pertukaran pikiran’. Jadi, secara garis besar, dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan (penerima pesan).

Proses komunikasi dapat diartikan sebagai ‘transfer informasi’ atau pesan (message) dari pengirim sebagai komunikator dan kepada penerima sebagai komunikan. Dalam proses komunikasi tersebut bertujuan untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. Dalam proses komunikasi mengirimkan pesan/informasi kepada komunikan sebagai sasaran komunikasi.

Adapun beberapa definisi komunikasi dari pakar, sebagai berikut :

– Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa (Laswell).

– Komunikasi adalah proses dimana seorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang habasa (verbal maupun nonverbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain (Carl I. Hovland).

– Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada prang lain melalui simbol-simbol (Theodorson dan Thedorson).

2. Jenis dan Proses Komunikasi

a. Jenis Komunikasi

Komunikasi juga terbagi menjadi 2 jenis, yaitu komunikasi Verbal dan NonVerbal, di sini saya akan menjelaskan kedua jenis komunikasi tersebut :

1. Komunikasi Verbal (Kata-kata), mencakup beberapa aspek, diantaranya :

  • Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
  • Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
  • Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
  • Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
  • Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
  • Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.

2. Komunikasi Non-Verbal (Bahasa tubuh), adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal. Yang termasuk komunikasi non verbal :

  • Ekspresi wajah, merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
  • Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
  • Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
  • Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
  • Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
  • Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress.

b. Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai dari menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Komunikasi adalah sebuah proses, sebuah kegiatan yang berlangsung kontinu. Joseph De Vito (1996) mengemukakan komunikasi adalah transaksi. Hal tersebut dimaksudkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses, dimana komponen-komponen saling terkait. Bahwa para pelaku komunikasi beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan dan keseluruhan.

Dalam aplikasinya, langkah-langkah dalam proses komunikasi adalah sebagai berikut :

  • Langkah pertama, ide/gagasan diciptakan oleh sumber/komunikator.
  • Langkah kedua, ide yang diciptakan tersebut kemudian dialihbentukan menjadi lambang-lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan.
  • Langkah ketiga, pesan yang telah di-encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik lambang-lambang komunikasi ditujukan kepada komunikan.
  • Langkah keempat, penerima menafsirkan isi pesan sesuai dengan presepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut.
  • Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di decoding, khalayak akan mengirim kembali pesan tersebut ke komunikator.

Dengan demikian , sejak ide itu di ciptakan sampai dengan dipahaminya pesan komunikasi menimbulkan umpan balik merupakan suatu proses komunikasi. Lima tahap terjadinya proses komunikasi memiliki 5 unsur komunikasi. Wilbur Schramm mengatakan bahwa untuk terjadinya proses komunikasi paling sedikit harus memiliki 3 unsur komunikasi, yaitu komunikator, pesan, dan komunikan.

3. Komunikasi Efektif

Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi.

Komunikasi Efektif memungkinkan seseorang dapat bertukar informasi, ide, gagasan, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.

Tujuan Komunikasi Efektif adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima pesan. Sehingga tercipta feed back yang baik antara pemberi dan penerima pesan.

Komunikasi dapar dikatakan efektif apabila memenuhi tiga hal berikut :

  • Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud pengirimnya.
  • Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
  • Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim.

4. Implikaksi Managerial

Dalam Implikasi Managerial ini saya sebagai penulis akan memberikan sebuah contoh Peran Komunikasi dalam Perusahaan, dalam sebuah Meeting/Rapat di dalam sebuah perusahaan seorang atasan harus memahami cara berkomunikasi yang baik agar dapat menjalankan rapat dengan baik, seorang atasan harus tau bagaimana menghadapi audiance yang hadir pada saat rapat, tidak hanya dalam berbicara, komunikasi juga di lihat dari gerakan tubuh seseorang dalam berbicara.

Seorang atasan harus bisa memberikan suasana yang layak dalam sebuah pertemua, agar tidak terjadi kesalahan, audiance pun berperan penting dalam sebuah pertemuan dalam perusahaan, karena akan ada timbal balik atau feed back yang terjadi dalam sebuah pertemuan. Seorang atasan harus menyampaikkan pesan dengan jelas agar dapat dimengerti oleh audiance sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan dalam sebuah pertemuan atau rapat tersebut.

Sumber Referensi

Drs. Abdullah Masmuh M. Si , Komunikasi Organisasi, 2013

Drs. Tommy Suprapto, M.S , Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi,2009

http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/10/jenis-jenis-komunikasi-563927.html

http://www.slideshare.net/dhiahbw/komunikasi-efektif-makul-dasardasar-komunikasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: