DAMPAK SOSIALISASI MASYARAKAT BAGI PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK

November 14, 2012 at 4:33 pm (Uncategorized)


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kehadirot tuhan yang maha esa atas rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyusun makalah ini.

Makalah ini merupakan panduan bagi para mahasiswa, untuk belajar dan mempelajari lebih lanjut tentang DAMPAK SOSIALISASI MASYARAKAT BAGI PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK. Yang bertujuan dapat menumbuhkan proses belajar mandiri, agar kreativitas dan penguasaan materi pelajaran optimal sesuai dengan yang di harapkan.

Dengan adanya makalah ini di harapkan dapat membantu mahasiswa  dalam mengetahui tentang bagaimana bersosialisasi dengan baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan senantiasa menjadi sahabat dalam belajar untuk meraih prestasi yang gemilang. Kritik dan saran dari bapak/ ibu dan juga teman-teman tetap saya harapkan guna perbaikan dan penyempurnaan untuk belajar ke depan.

Penulis

(Ragil Arfan)

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1         Latar Belakang

Sosialisasi masyarakat merupakan sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan  atau nilai dan aturan dari masyarakat terhadap individu dan dapat menghasilkan kebudayaan. Perkambangan pendidikan anak juga memiliki kaitan yang erat dengan sosialisasi masyarakat. Dalam prosesnya sosialisasi juga berkaitan dengan beberapa agen sosialisasi. Sosialisasi masyarakat dan perkembangan pendidikan sendiri memiliki pola dan jenis serta memberikan pengaruh satu dengan yang lainnya.

Sosialisasi masyarakat juga dapat memberi dampak yang besar terhadap perkembangan pendidikan anak. Karena proses sosialisasi anak dimulai dari keluarga dan masyarakat sekitar sebelum sang anak terjun dalam dunia pendidikan meskipun pendidikan dapat dimulai dari sosialisasi dalam keluarga maupun masyarakat, tetapi pendidikan yang sesungguhnya adalah pendidikan formal dari lembaga sekolah.

Melihat pentingnya perkembangan pendidikan anak dan dampaknya yang besar dari sosialisasi masyarakat. Maka ditulislah makalah ini dengan judul “Dampak Sosialisasi Masyarakat bagi Perkembangan Pendidikan Anak” Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua kalangan.

1.2    Rumusan Masalah

Dari Latar Belakang yang telah saya uraikan maka masalah yang akan di bahas adalah sebagai berikut :

  • Pengertian Sosialisasi Masyarakat
  • Jenis dan Pola Sosialisasi
  • Dampak Sosialisasi Masyarakat Bagi Perkembangan Pendidikan Anak

1.3           Tujuan Penulisan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

  • Agar mengetahui lebih dalam tentang Sosialisasi Masyarakat
  • Agar Mengetahui Dampak Sosialisasi Masyarakat terhadap Pendidikan anak
  • Untuk Memenuhi tugas Mata Kulias Ilmu Sosial Dasar (SoftSkill)

1.4           Sistematika Penulisan

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang

1.2        Rumusan Masalah

1.3        Tujuan Penulisan

1.4        Sistematika Penulisan

BAB II ISI

2.1       Pengertian Sosialisasi Masyarakat

2.2       Pola dan Jenis Sosialisasi

2.3       Pengaruh Sosialisasi Masyarakat Terhadap Pendidikan Anak

2.3.1    Dampak Positif Sosialisasi

2.3.2    Dampak Negatif Sosialisasi

BAB III PENUTUP

3.1       Kesimpulan

3.2       Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II

ISI

 

2.1    Pengertian Sosialisasi Masyarakat

Sosialisasi Masyarakat adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Dari uraian tersebut sosialisasi masyarakat dapat diartikan sebagai proses yang terjadi dalam masyarakat yang membuat seorang individu yang tidak tahu menahu tantang dirinya menjadi tahu dan memahami.

Manusia merupakan makhluk sosial, pengertian makhluk sosial adalah manusia sebagai mekhluk yang tidak dapat hidup sendiri. Berarti manuusia membutuhkan manusia lain untuk membantu kehidupannya. Masyarakat yang diartikan sebagai sekelompok manusia. Dengan demikian menusia memerlukan sosialisasi dalam masyarakat.

2.2    Pola dan Jenis Sosialisasi

Proses yang dialami individu anak terbagi atas sosialisasi primer dan sekunder, sosialisasi primer dialami individu pada masa kanak-kanak, terjadi dalam lingkungan keluarga, individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya, individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga.

Sedangkan sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu anak mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya. Dalam sosialisasi sekunder terdapat proses resosialisasi dan desosialisasi, di mana keduanya merupakan proses yang berkaitan satu sama lain. Resosialisasi berkaitan dengan pengajaran dan penanaman nilai-nilai yang berbeda dengan nilai-nilai yang pernah dialami sebelumnya, untuk penguatan dalam penanaman nilai-nilai baru tersebut maka desosialisasi terjadi di mana diri individu yang lama “dicabut dan diberi” diri yang baru dalam proses resosialisasi. Kedua proses tersebut terlihat dengan jelas dalam suatu total institusi yang merupakan suatu tempat di mana terdapat sejumlah besar individu yang terpisah dari lingkungan sosialnya.

Pola sosialisasi mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi , terdapat dua pola, yaitu represif dan partisipatoris. Represif menekankan pada penggunaan hukuman, memakai materi dalam hukuman dan imbalan, kepatuhan anak pada orang tua, komunikasi satu arah, nonverbal dan berisi perintah, orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting, keluarga menjadi significant others. Sedangkan sosialisasi partisipatoris menekankan pada individu diberi imbalan jika berkelakuan baik, hukuman dan imbalan bersifat simbolik, anak diberi kebebasan, penekanan pada interaksi, komunikasi terjadi secara lisan, anak pusat sosialisasi sehingga keperluan anak dianggap penting, keluarga menjadi generalized others.

Seseorang akan mengalami proses sosialisasi yang bersifat terus menerus selama individu tersebut hidup mulai dari anak-anak sampai mereka dewasa. Termasuk pula sosialisasi gender akan pula dialami oleh individu baik laki-laki maupun perempuan. Sosialisasi Gender mengacu pada cara-cara yang dipakai oleh masyarakat dalam mempelajari identitas gender dan berkembang menurut norma budaya tentang laki-laki dan perempuan.

2.3    Pengaruh Sosialisasi Masyarakat Terhadap Pendidikan Anak

Sosialisasi dalam masyarakat sengatlah penting dan tentunya membawa berbagai pengaruh pada perkembangan anak. Pengaruh tersebut juga terjadi dalam perkembangan pendidikan anak. Sosialisasi masyarakat tentu memberikan dampak, baik dampak negatif ataupun dampak positif. Berikut adalah beberapa dampak dari sosialisasi masyarakat terhadap perkembangan pendidikan anak.

2.3.1 Dampak Positif Sosialisasi

  • Seorang siswa akan mengalami kemajuan yang pesat dalam hasil belajarnya, jika semua lingkungan pendidikan saling mendukung satu sama lain.
  • Pergaulan dilingkungan masyarakat yang memiliki latar belakang yang baik akan membawa sang anak untuk menjadi lebih baik.
  • Mempersiapkan mental sang anak untuk melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi karena terbiasa bersosialisasi.
  • Menjadikan sosialisasi masyarakat sebagai tolak ukur baik atau buruk proses masuk kedalam kelompok sosial.
  • Menjadikan sosialisasi masyarakat sebagai sumber pengetahuan non-formal.

2.3.2 Dampak Negatif Sosialisasi

  • Seorang siswa akan mengalami kesulitan belajar, jika semua lingkungannya tidak saling mendukung satu sama lainnya.
  • Terbawa oleh dampak buruk yang dihasilkan sosialisasi masyarakat yang tidak sempurna.
  • Menghambat proses belajar jika lingkungan sosial uruk.
  • Membawa prilaku lingkungan sosial yang tidak baik kedalam lingkungan pendidikan.

BAB III

PENUTUP

3.1    KESIMPULAN

Proses mencapai tujuan pendidikan untuk menghasilkan manusia yang unggul baik secara pribadi maupun penguasaan ilmu pengetahuan tidak hanya tergantung tentang bagaiamana sistem pendidikan dijalankan oleh lingkungan pendidikan formal. Namun juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta lingkungan masyarakat. Antara lingkungan pendidikan yang satu dan lingkungan yang lain yang disebut sebgaia tripusat. Pendidikan tidak dapat berdiri sendiri, namun ada hubungan saling mempengaruhi diantara lingkungan pendidikan.

3.2    SARAN

Setiap remaja dan anak didik haruslah berusaha untuk “bersikap terbuka” dengan mau berterus terang kepada orang tuanya/walinya dan gurunya yang dipercaya untuk membicarakan masalah pribadinya dan mendiskusikannya, sehingga ditemukan jalan keluar sebaik-baiknya, bersikap tertutup untuk “masalah-masalah yang berat” adalah kurang tepat. Dengan ditemukannya jalan keluar terbaik, maka semua beban pikiran dan beban mental akan terasa sangat ringan (plong rasanya) dan akan mampu lebih berkonsentrasi kepada pelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://sharenexchange.blogspot.com/2010/02/sosialisasi-masyarakat_8061.html
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
  3. http://dindyprajaya.wordpress.com
  4. http://sayadea.blogspot.com/2009/10/pengertian-sosialisasi.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: